Sosbud  

Pemkab Landak: Terus Lestarikan Robo-robo

LENSALANDAK.COM , NGABANG – Ritual Budaya Robo-robo dari Kerajaan Landak di Makam Lebay Rantau, Dusun Pesayangan, Desa Raja, Kecamatan Ngabang, Rabu (13/9) berlangsung meriah. Masyarakat tampak antusias membawa makanan masing-masing dari rumah. Kegiatan diawali dengan membaca doa di Makam Lebay Rantau agar terhindar dari bala atau bencana.

Lalu dilanjutkan dengan acara inti dan makan saprahan. Upacara Robo-robo juga dikenal dengan upacara tolak bala merupakan upacara tahunan yang diadakan setiap hari rabu diakhir bulan safar dalam kalender Hijriah.

Ritual budaya Robo-robo pada tahun ini juga dimeriahkan oleh festival budaya. Anak remaja mempersembahkan tarian tradisional. Juga ada pertunjukkan pencak silat. Selain itu, berbagai perlombaan dilaksanakan, seperti lomba karaoke religi, lomba galah panjang, dan lomba dayung sampan di Sungai Landak.

Penjabat (Pj) Bupati Landak yang hadir di tengah-tengah masyarakat hari itu mengaku sangat senang dengan adanya pelestarian ritual adat budaya Robo-robo. Menurutnya tradisi ini adalah warisan dari leluhur dan nenek moyang yang patut dilestarikan. “Budaya ini sangat berharga. Dan ini merupakan aset kita, pemerintah Kabupaten Landak khususnya bagi Keraton Ismahayana Landak. Terlebih lagi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Landak,” ungkap Samuel.

Robo-robo menurutnya merupakan aset yang sangat berharga, warisan budaya tak benda yang harus selalu dilestarikan. Apalagi pada perkembangan zaman yang sangat pesat, jangan sampai ritual tersebut hilang.  “Jangan sampai nanti suatu saat sampai hilang, sampai anak cucu kita tidak tahu kegiatan ini,” ungkapnya.

Oleh karenanya, perlu adanya regenerasi budaya dari para tetua kepada para pemuda. Para pemuda diharapkan dapat mendapatkan pemahaman atau pembinaan mengenai tata cara ritual adat Robo-robo tersebut.

“Supaya memberikan pemahaman atau pembinaan kepada generasi penerus. Bagaimana ritual budaya robo-robo ini dilaksanakan. Sehingga hakikat dan maknanya tidak jauh dan tidak lepas dari pertama kali leluhur kita melakukan ritul ini,” ucap Samuel.

Samuel juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Landak mendukung kegiatan budaya di wilayah tersebut. Ritual budaya Robo-robo sudah masuk dalam kalender budaya Kabupaten Landak. Pada pelaksanaannya pun ia mengatakan Pemkab Landak siap memfasilitasi kegiatan itu.

“Tidak hanya pada kegiatan pada hari ini saja, namun juga pada kegiatan kedepannya, Pemkab Landak siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini. Mari sama-sama kita lestarikan adat budaya kita ini. Banyak budaya kita yang memang positif untuk dilestarikan. Dan ini tentu menambah lagi kalender budaya dan pariwisata. Nanti akan kita sampaikan ke kementerian, kegiatan kebudayaan yang memang setiap tahun rutin kita laksanakan,” tutup Samuel. (mif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *