Harisson Turun Langsung Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Landak

LENSALANDAK.COM I LANDAK – Bentuk respon cepat dari Penjabat Gubernur Kalbar Harisson terhadap bencana banjir, dengan turun langsung memberikan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Landak pada Selasa 9 Januari 2024.

Sejumlah bantuan dari Pemprov Kalbar tersebut secara simbolis diserahkan Pj Gubernur Harisson kepada Pj Bupati Landak Samuel.

Harisson memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan memberikan perhatian serius terhadap sejumlah wilayah yang terdampak bencana banjir.

“Hari ini kita serahkan sejumlah bantuan dari Pemprov Kalbar kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Landak,” kata Pj Gubernur Harisson.

Harisson mengungkapkan Pemprov Kalbar tetap akan memperhatikan risiko-risiko terjadinya bencana disejumlah kabupaten kota. Serta memberikan bantuan bantuan kepada daerah-daerah yang mengalami bencana banjir puting beliung dan tanah longsor (bantingsor).

Dirinya pun mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan hal yang tidak diinginkan.

Apalagi menurutnya sejak Oktober, November, Desember serta Januari dan Februari mendatang diprediksi curah hujan masih tinggi.

“Saya harapkan masyarakat tetap waspada, Pemprov akan tetap memperhatikan risiko-risiko terjadinya bencana,” ungkap Harisson.

Seperti diketahui, bantuan Pemprov Kalbar kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Landak disalurkan melalui beberapa perangkat daerah.

Diantaranya melalui BPBD Kalbar, Dinsos Kalbar, dan Dinas Ketahanan Pangan Kalbar.

Bantuan disalurkan oleh BPBD Kalbar berupa 50 dus mie instan, 40 kilogram gula pasir, 20 liter minyak goreng, 100 kopi kemasan, dan 15 kotak teh celup.

Selain itu, bantuan juga disalurkan oleh Dinas Sosial, diantaranya 160 lembar selimut, 1.480 paket makanan siap saji, 80 lembar tenda gulung, 50 paket sandang dewasa, 160 lembar kasur, 72 paket kid ware, dan 100 paket family kit.

Serta dari Dinas Ketahanan Pangan, berupa 200 paket bahan pokok. Dengan isi masing-masing paket, berupa beras lima kilogram, gula pasir dua kilogram, minyak goreng dua liter, susu SKM dua kaleng, mie instan lima bungkus, dan teh celup satu kotak.

Bantuan juga diserahkan dari CSR Bank Kalbar sebanyak 100 paket sembako.

Bantuan disalurkan oleh BPBD Kalbar berupa 50 dus mie instan, 40 kilogram gula pasir, 20 liter minyak goreng, 100 kopi kemasan, dan 15 kotak teh celup.

Selain itu, bantuan juga disalurkan oleh Dinas Sosial, diantaranya 160 lembar selimut, 1.480 paket makanan siap saji, 80 lembar tenda gulung, 50 paket sandang dewasa, 160 lembar kasur, 72 paket kid ware, dan 100 paket family kit.

Serta dari Dinas Ketahanan Pangan, berupa 200 paket bahan pokok. Dengan isi masing-masing paket, berupa beras lima kilogram, gula pasir dua kilogram, minyak goreng dua liter, susu SKM dua kaleng, mie instan lima bungkus, dan teh celup satu kotak.

Bantuan juga diserahkan dari CSR Bank Kalbar sebanyak 100 paket sembako.

Selanjutnya bantuan tersebut akan diteruskan kepada masyarakat yang terdampak banjir di 11 desa, dua kecamatan di Kabupaten Landak.

Selain itu, Dinsos dan BPBD Kabupaten Landak juga telah membuka dapur umum di Kantor Camat Ngabang bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir, dan berada di tempat pengungsian.

Seperi diketahui sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Landak telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai 5 Januari sampai 18 Februari 2024 dan dapat diperpanjang sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi dilapangan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Satgas Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat Daniel, Senin 8 Januari 2024.

Daniel menyampaikan memang secara umum air sudah berangsur surut, ketinggian banjir pada saat kejadian paling tinggi 150 cm, dan sekarang ketinggian masih bervariasi terendah sekitar 10 cm.

Secara garis besar, data per 7 Januari 2024 banjir di Kabupaten Landak berdampak pada dua Kecamatan yakni Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Kuala Behe.

Dengan desa yang terdampak yakni Desa Mungguk, Kampung Raja, Hilir Kantor, Temiang Sawit, Amboyo Selatan, Sebirang, Pak Mayam, Hilir Tengah, Kedama, Kuala Behe, Permit.

Dengan total masyarakat yang terdampak sebanyak 3. 733 Kepala Keluarga atau 13.558 jiwa.

Selain Kabupaten Landak, dua kabupaten di Kalbar juga terdampak bencana banjir yakni Kabupaten Bengkayang dan Kapuas Hulu. (*)

Penulis: Tribun Pontianak co.idEditor: IM

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *