MEMBERITAKAN KEMATIAN YESUS

Yohanes 12:25-26; Matius 10:39; Lukas 9:24

Pendahuluan
Kematian sebagai realitas hidup yang harus dialami oleh setiap manusia tanpa terkecuali. Menghadapi realitas ini sadar atau tidak, maka setiap orang acapkali merasa takut akan realitas akhir hidup di dalam dunia yang fana ini. Kematian kadang dipandang orang sebagai suatu realitas yang hendak menghapus segala keberadaan hidup manusia, sehingga sebagian orang memuja kehidupan dan masa muda yang penuh vitalitas diupayakan untuk mungkin menghindarkan diri dari ketuaan. Bahkan mungkin sebagian manusia mengalami bayang-bayang kematian teramat kelam dan menakutkan. Benarkah demikian? Bagaimana pengikut Kristus atau para pelayan Tuhan seharusnya menyikapi realitas yang oleh sebagian manusia dianggap sebagai suatu ancaman bagi hidupnya sendiri? Haruskah para pelayan Tuhan juga jatuh pada ketakutan yang sama? (Wuarmanuk 2017). Supaya para pengikut Kristus atau para pelayan Tuhan tidak selalu dihantui oleh perasaan takut akan kematian yang berkelanjutan, maka seharusnya memiliki loyalitas dalam mempelajari perkataan firman Tuhan.
Salah satu perkataan firman Tuhan yang menjadi perhatian penting ialah Yohanes 12:25 bahwa mencintai nyawa akan kehilangan nyawa, tetapi tidak mencintai nyawa di dunia ini, maka nyawa akan terpelihara untuk hidup kekal. Agar nyawa terpelihara untuk hidup kekal, maka para pengikut Kristus atau para pelayan Tuhan sudah seharusnya memberitakan kematian Kristus tanpa berhenti hingga menerima kematian secara fisik.
Memberitakan kematian Kristus merupakan perbuatan terpuji sebab kematian Kristus semata-mata untuk keselamatan umat manusia yang percaya kepada-Nya (Yoh. 3:16) bukan keinginan belaka dari diri-Nya, bahkan kematian Kristus untuk mematahkan kuasa iblis yang ingin berkuasa atas maut (bdk. Ibr. 2:14). Apabila Kristus tidak mengalami kematian secara fisik, maka iblis akan berkuasa atas kematian dan umat manusia tidak mempunyai kuasa untuk mengalahkan maut sebab manusia memiliki keterbatasan untuk mengalahkan kuasa iblis jika Kristus tidak mengalahkan kuasanya terlebih dahulu.
Pada hakikatnya Kristus Yesus sama sekali tidak mencintai nyawanya sendiri, sebab Dia datang ke dalam dunia untuk melayani bukan untuk dilayani (Mrk. 10:45), sehingga Dia mengajarkan kepada para pengikut-Nya untuk melayani dan untuk tidak mencintai nyawanya sendiri. Dengan tegas Yesus bersabda: ”Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa (Yoh. 12:25-26).
Teks Yohanes 12:26 kata ’pelayan-Ku,’ diterjemahkan menjadi Pelayan Tuhan atau sinonim dengan istilah ’hamba Tuhan’ atau ’hamba Allah’ yang dimaknai: (1) gelar yang diberikan kepada seorang individu dalam berbagai agama; (2) orang yang diyakini memiliki kesalehan dalam imannya. Pernyataan pengertian pelayan Tuhan dimaksud, maka seorang pelayan Tuhan adalah seorang yang memiliki kesalehan dalam imannya sehingga menerima tempat khusus bersama Kristus Yesus apabila telah melayani Kristus hingga mengalami kematian secara fisik. Pernyataan Yohanes 12:26 menurut Guthrie bahwa mengikuti Yesus berarti melayani Yesus bukan melayani diri sendiri. Allah Bapa memuliakan hanya para pengikut Kristus yang setia kepada-Nya atau pelayan Tuhan yang memuliakan Yesus Kristus (Guthrie 1999:310). Jadi, saat pelayan Tuhan hidup bersama di tempat yang sama dengan Kristus sebagai bentuk penghormatan dari Allah Bapa kepadanya. Yesus dan para pelayan Tuhan serta para pengikut yang setia mengikuti Dia hingga mati akan hidup bersama di tempat yang sama ialah rumah Bapa di surga (Yoh. 14:2) (Astuti 2021).

Kontenitas Nas Yohanes 12:25-26
Pernyataan penjelasan firman Tuhan di dalam teks Yohanes 12:25-26 dapat dipahami dalam beberapa pemahaman penting yakni:

Orang yang melayani Yesus harus mengikut Yesus (Yoh. 12:26)
Verba ”Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku” dari frasa έάν έμοί τις διακονή, έμοί άκολουθείτω (ean emoi diakonE tis emoi akoloutheitO) dapat diterjemahkan bahwa jikalau ada orang melayani Aku, ia harus mengikuti Aku. Kata melayani (dιακονή= diakonE) dari kata diakonos yang artinya pelayan, pembantu, diaken (Hasan Sutanto 2014b:185). Kata mengikut (άκολουθείτω= akoloutheitO) dari kata akoloutheo yang artinya mengikuti, menyertai, mengikuti (seseorang sebagai muridnya), menaati (Hasan Sutanto 2014b:33). Pernyataan ”melayani dan mengikut” dalam teks Yohanes 12:26 menggunakan waktu sekarang (present), maka dapat dimaknai bahwa jikalau ada orang yang berperan sebagai pelayan atau pembantu Yesus, maka harus mengikuti Yesus secara terus-menerus pada saat sekarang ini.
Namun, sebagai pelayan Yesus dalam menaati Dia, maka bukanlah perkara yang gampang melainkan nyawa menjadi taruhannya. Sebab setiap orang yang tidak mencintai nyawanya (Yoh. 12:25) dan kehilangan nyawanya (Mat. 10:39; 16:25; Mrk. 8:35; Luk. 9:24; 17:33) di dunia ini karena melayani dan mengikut Yesus akan beroleh hidup kekal (Yoh. 12:25). Karena itu, syarat seorang pelayan Kristus dalam melayani dan mengikuti Yesus ialah: Pertama, mengikut Yesus berarti menyangkal diri (bdk. Luk. 9:23). Verba ”menyangkal diri” dari frasa άρνησάσθω έαυτόν (aparnEsasthO heauton) yang artinya hendaklah ia tidak mengindahkan dirinya (Hasan Sutanto 2014a:361). Kata άρνησάσθω (aparnEsasthO) dari kata άρνέομαι (arneomai) berarti menolak, menyangkal, tidak mengindahkan, tidak berbohong (Hasan Sutanto 2014b:107). Menyangkal berarti mengingkari, tidak mengakui, tidak membenarkan, membantah, melawan, menentang, dan menolak (Penyusun 2008:1360–61). Kata άρνησάσθω (aparnEsasthO) menggunakan kasus aoritus berarti setiap orang yang hendak mengikut Kristus Yesus, sehingga pada waktu dulu telah menyangkal dirinya.
Menyangkal diri merupakan pilihan oleh sebab menyangkal diri bukanlah perkara yang mudah dan tidak semua orang memiliki animo untuk melakukannya. Pada dasarnya setiap orang dapat memilih untuk menentukan sikap hidupnya di hadapan Tuhan. Sikap untuk hidup di hadapan Kristus Yesus perlu menjadi tindakan real dari seseorang yang menyangkal diri, bersedia mengosongkan diri dan terfokus pada kehendak Allah (Yonathan 2019:122).
Kedua, Mengikut Yesus berarti memikul salibnya setiap hari (Luk. 9:23). Verba ” memikul salibnya setiap hari” dari aratO ton stauron autou kath hEmeran yang diterjemahkan menjadi mengangkat salibnya setiap hari (Hasan Sutanto 2014a:361). Kata ’memikul’ dari kata άράτω (aratO) yang artinya mengangkat. Seseorang yang diberikan hukuman salib akan dipaksa untuk memikul salibnya sendiri dari tempat penghukuman hingga ke tempat penyaliban pada masa kerajaan Romawi. Melalui cara penyaliban ini dapat dipertontonkan bahwa dia telah bersalah pada negara karena itu harus tunduk pada negara dan harus rela untuk menerima hukuman mati. Gambaran hukuman ini dipakai Lukas untuk menceritakan bahwa para pengikut Kristus harus menjalani hidup seolah-olah telah dijatuhi “hukuman mati,” yakni mati terhadap nilai-nilai dunia yang tidak didasarkan pada kehendak Allah dan tunduk pada nilai-nilai dalam Kerajaan Allah. Para pengikut Kristus atau para pelayan Tuhan harus melakukan perkara yang selaras dengan kehendak Allah (Anon 2019).
Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat tidak hanya menuntut percaya akan kebenaran Injil, tetapi juga menyerahkan diri sepenuhnya untuk mengikuti Dia dengan pengorbanan (Mrk 8:34). Sesungguhnya keselamatan dari Tuhan merupakan kasih karunia Allah yang dikaruniakan kepada umat manusia yang ingin percaya kepada-Nya (Rm. 3:24), tetapi untuk menjadi pengikut Kristus Yesus harus melewati berbagai proses diantaranya adalah memikul salib Kristus setiap hari (bdk. Luk. 9:23) (Yonathan 2019:128).
Ketiga, mengikut Yesus berarti mengikuti ajaran Yesus (bdk. Luk. 9:23). Mengikut berarti menurut atau menganut perintah, ajaran, atau paham. Sedangkan mengikuti berarti memperhatikan atau mendengarkan, melihat, dan membaca baik-baik (Penyusun 2008:573). Mengikut atau mengikuti Yesus berarti memperhatikan dan menganut paham pengajaran Yesus secara baik-baik yang telah tertulis dalam firman-Nya. Mengikut Yesus berarti mengikuti jalan-Nya, menaati perintah-Nya, melakukan titah-Nya sebagai tugas dan tanggung jawabnya, serta tidak malu menyatakan otoritas Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan penebus dosa khalayak ramai (Yonathan 2019:128). Keputusan untuk mengikut Yesus sangat dibutuhkan ada harga yang harus dibayar. Yesus bersabda “setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (bdk. Luk. 9:23-26). Perkataan Tuhan Yesus tentang “mengikut Aku” dapat disampaikan secara kontinyu, baik secara lisan pada waktu Tuhan Yesus mengajar maupun secara tertulis melalui Firman-Nya yang ditujukan kepada seluruh pengikut-Nya atau para pelayan Tuhan masa kini (Yonathan 2019:132).

Tempat Yesus berada, di situ pun para pelayan Kristus Yesus berada
Teks Yohanes 12:26 pada verba hopou eimi egO ekei kai ho diakonos ho emos estai dapat diterjemahkan menjadi ”di mana Aku berada di situ juga pelayan-Ku akan berada.” Kata ’hopou’ merujuk pada ’tempat’ dan dalam istilah Inggris bentuk kata pertanyaan yang dipakai ialah ’where.’ Kata ’diakonos’ berarti pelayan, pembantu, atau diaken (Hasan Sutanto 2014b:185). Timbul pertanyaan; di mana Yesus berada? di mana pelayan Tuhan akan berada? Dari dua pertanyaan ini, maka teks Yohanes 12:26 pada frasa ”di mana Aku berada di situ juga pelayan-Ku akan berada” dapat dipahami bahwa: Pertama, hopou eimi egO (where Am I) yang artinya di mana Aku sekarang berada. Kedua, ekei kai ho diakonos ho emos estai (there also servant the my shall-be) yang artinya di situ juga pelayan-Ku akan berada. Frasa “di mana, di situ” menunjukkan pada tempat yang sama, yakni Kerajaan Surga.
Kristus Yesus sekarang berada di dalam Kerajaan Surga, namun Dia juga menyertai orang percaya termasuk para pelayan Tuhan yang hidup di dalam dunia sampai sekarang. Orang percaya atau para pelayan Tuhan saat Yesus datang yang kedua kali, maka para pelayan Tuhan akan beralih tempat tinggal yakni hidup bersama Yesus di dalam Kerajaan Surga. Untuk itu, para pelayan Tuhan (diakonos) sungguh diharapkan untuk tidak mencintai nyawanya (Yoh. 12:25), mempertahankan nyawanya (Mat. 10:39), berusaha memelihara nyawanya (Luk. 17:33), dan mau menyelamatkan nyawanya (Mat. 16:25; Mrk. 8:35; Luk. 9:24) karena dipengaruhi oleh kehidupan perkara-perkara duniawi yang bersifat temporal, sehingga mengabaikan melayani dan mengikut Kristus Yesus, maka tidak akan layak untuk hidup bersama-Nya di dalam Kerajaan Surga.
Dasar firman Tuhan yang menjelaskan tentang tempat Yesus berada dan di situpun para pengikut-Nya atau para pelayan Tuhan akan berada yakni: Pertama, Yesus telah pergi ke Surga menyediakan tempat bagi para pengikut-Nya atau pelayan Tuhan dan akan datang kembali untuk menjemput, sehingga hidup bersama di dalam Kerajaan Surga (bdk. Yoh. 14:3). Kedua, Doa Yesus kepada Bapa-Nya supaya para pengikut-Nya atau para pelayan Tuhan yang sudah diberikan oleh Bapa kepada-Nya kelak untuk hidup bersama di dalam Kerajaan Surga supaya memandang kemuliaan-Nya yang telah Bapa berikan kepada-Naya, karena Bapa telah mengasihi-Nya sebelum dunia diciptakan (bdk. Yoh. 17:24). Ketiga, rasul Paulus memiliki keyakinan yang pasti untuk tinggal bersama Kristus Yesus di dalam Kerajaan-Nya (bdk. 2Kor. 5:8). Keempat, Rasul Paulus memiliki keinginan yang kokoh untuk pergi hidup bersama Kristus Yesus di dalam Kerajaan Surga (bdk. Flp. 1:23). Kelima, para pengikut-Nya atau para pelayan Tuhan yang hidup hingga Kristus Yesus datang kembali, maka akan diangkat oleh Kristus Yesus untuk hidup selama-lamanya bersama dengan-Nya di dalam Kerajaan Allah (bdk. 1Tes. 4:17).

Orang yang setia melayani Yesus akan dihormati oleh Bapa
Verba ”Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa” dari verba (ean tis emoi diakonE timEsei auton ho patEr) yang dapat diterjemahkan bahwa jikalau ada orang melayani Aku, Bapa pasti menghormatinya (Hasan Sutanto 2014a:564). Frasa ’akan dihormati’ menggunakan kata τίμήσει (timEsei) dari kata τιμάω (timao) yang artinya menetapkan harga, menghormati, menghormati dengan dukungan keuangan, penghargaan (Hasan Sutanto 2014b:709). Kata ’melayani’ menggunakan waktu sekarang (present) berarti pelayan Kristus Yesus bertanggung jawab untuk melayani sekarang ini sampai selama-lamanya. Sedangkan frasa ’akan dihormati’ dari kata τίμήσει menggunakan kata kerja indicative future yang berarti pasti dihormati pada masa yang akan datang. Jadi, melayani dan akan dihormati menggambarkan bahwa jikalau ada orang yang melayani Yesus pada waktu sekarang ini, maka Bapa di surga akan menghormati dia pada masa yang akan datang di sion semawi.

Konklusi
Melayani Tuhan bukanlah hal yang mudah tetapi suatu tindakan yang membutuhkan kesiapan hati karena harus meninggalkan sikap hidup yang lama, siap menderita, dan mengikuti pengajaran Yesus Kristus dalam Kitab Suci, baik yang lembut, tegas, maupun keras. Para pelayan Tuhan atau orang-orang yang setia melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya di dunia sekarang ini sampai selama-lamanya tanpa mencintai, mempertahankan, dan berusaha untuk menyelamatkan nyawanya sendiri, maka Bapa di Surga pasti menghormatinya dan bentuk penghormatan itu ialah pasti dianugerahkan hidup yang kekal.

Penulis: Marthen Mau Editor: IM

Respon (28)

  1. Как получить лицензию на недвижимость|Легко и быстро получите лицензию на недвижимость|Подробное руководство по получению лицензии на недвижимость|Секреты быстрого получения лицензии на недвижимость|Инструкция по получению лицензии на недвижимость|Следуйте этим шагам для получения лицензии на недвижимость|Лицензия на недвижимость: важные аспекты|Шаг за шагом к лицензии на недвижимость|Как получить лицензию на недвижимость: советы экспертов|Успешное получение лицензии на недвижимость: шаг за шагом|Секреты профессиональной лицензии на недвижимость|Как получить лицензию на недвижимость и стать успешным агентом|Легкий путь к получению лицензии на недвижимость|Как стать агентом по недвижимости с лицензией: пошаговое руководство|Советы по получению лицензии на недвижимость от профессионалов|Разберитесь в процессе получения лицензии на недвижимость: полное руководство|Шаги к успешной лицензии на недвижимость|Инструкция по получению лицензии на недвижимость|Лицензия на недвижимость: ключ к успеху в индустрии недвижимости|Секреты успешного получения лицензии на недвижимость: что вам нужно знать|Простой путь к получению лицензии на недвижимость|Основные шаги к профессиональной лицензии на недвижимость|Инструкция по получению лицензии на недвижимость|Секреты быстрого получения лицензии на недвижимость|Три шага к профессиональной лицензии на недвижимость|Сек
    How do you get your real estate license in Florida How do you get your real estate license in Florida .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *